Nama : Katarina
NIM : 2013210055
Prodi : Ilmu Administrasi Negara
JAWABAN :
1.
Menjadi
seorang pemimpin tidak hanya mampu dalam mengambil keputusan dan memberi
perintah kepada bawahan. Pemimpin yang baik harusnya mempunyai komunikasi yang
baik agar dapat menciptakan suasana harmonis antara atasan dan bawahan.
Sehingga komunikasi antar atasan dan bawahan tidak canggung dan tidak hanya
terpaku pada pekerjaan saja tetapi atasan dapat membangun komukasi yang baik.
Seorang Visionary Leader harus punya kemampuan merumuskan dan
menjual visi serta mengelola organisasinya secara professional. Tapi hal ini
belum bisa dikatakan cukup, pemimpin harus mengupayakan mendapat respek dan
kepercayaan dari karyawan untuk merealisasi visi yang telah ditetapkan. Dan
yang perlu di garis bawahi lagi bahwa pemimpin harus memiliki integritas, kompeten,
konsistensi, loyal dan terbuka.
Pemimpin Visioner harus dapat memberika motivasi kepada bawahan agar bawahan dapat mempunyai
pemikiran-pemikiran yang lebih kreatif dan inovatif. Dapat mengesampingkan
kepentingan individu dan lebih mengutamakan kepentingan bersama
dengan memberikan perhatian, membimbing memberi nasehat bukan menghujat, bila
ingin merangsang budaya kerja inovatif, penilaian kerja dan tidak lagi hanya
menekankan pada tanggung jawab dan deviasi dari target atau standart
performance. Yang jelas seorang Visionary Leader perlu memiliki Human skill (
keahlian pendekatan manusiawi ) yang tinggi, mampu memecahkan konflik yang
timbul antar anggota, mendengarkan segala keluhan, memberikan umpan balik yang
seimbang.
2. Ada dua jenis faktor yang mendorong seseorang untuk berusaha mencapai
kepuasan. Dua faktor tersebut yaitu faktor ekstrinsik dan faktor intrinsik. Faktor ekstrinsik memotivasi seseorang untuk keluar dari
ketidakpuasan, termasuk didalamnya adalah hubungan antar manusia, imbalan,
kondisi lingkungan, dan sebagainya, sedangkan faktor intrinsik memotivasi seseorang untuk berusaha mencapai
kepuasan, yang termasuk didalamnya adalah achievement, pengakuan, kemajuan
tingkat kehidupan.
3. Ada beberapa faktor yang dapat
mempengaruhi diantaranya yaitu perbedaan tujuan, jika tujuan masing-masing
individu berbeda dapat menimbulkan kekacauan dalam pengambilan suatu keputusan
dan hal itu dapat berdampak pada pekerjaan yang akan dilakukan. Perbedaan
padangan antara setiap individu, setiap individu memiliki pemikiran,pendapat
dan ide yang berbeda-beda jika setiap individu bersikeras akan pandangan
masing-masing maka akan sulit untuk menyatukannya. Perbedaan budaya, dalam
suatu organisasi tentunya terdapat orang-orang dari berbagai daerah dan setiap
orang ini memiliki sifat dan kerakteristik yang berbeda dan mempunyai tingkat
emosi yang berbeda sehinga jika setiap ndividu tidak dapat beradaptasi dengan
baik maka dapat menimbulkan keretakan pada hubungan kerja.
4. Solusi
dari masalah diatas yaitu komunikasi yang baik dan sikap dari setiap pribadi
agar dapat saling menyesuaikan anatara satu dan yang lain sehingga dari
komunikasi yang baik dapat berjalan situasi kerja yang kondusif. Antar bawahan
dan atasan dapat saling mendukung dan dapat saling memahami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar