Rabu, 18 Juni 2014

Tugas ke4 etika dan filsafat administrasi negara


            Nama   :           Katarina
            NIM     :           2013210055
Prodi    :           Ilmu Administrasi Negara

JAWABAN :
1.      Menjadi seorang pemimpin tidak hanya mampu dalam mengambil keputusan dan memberi perintah kepada bawahan. Pemimpin yang baik harusnya mempunyai komunikasi yang baik agar dapat menciptakan suasana harmonis antara atasan dan bawahan. Sehingga komunikasi antar atasan dan bawahan tidak canggung dan tidak hanya terpaku pada pekerjaan saja tetapi atasan dapat membangun komukasi yang baik.
Seorang Visionary Leader harus punya kemampuan merumuskan dan menjual visi serta mengelola organisasinya secara professional. Tapi hal ini belum bisa dikatakan cukup, pemimpin harus mengupayakan mendapat respek dan kepercayaan dari karyawan untuk merealisasi visi yang telah ditetapkan. Dan yang perlu di garis bawahi lagi bahwa pemimpin harus memiliki integritas, kompeten, konsistensi, loyal dan terbuka.
Pemimpin Visioner harus dapat memberika motivasi kepada bawahan agar bawahan dapat mempunyai pemikiran-pemikiran yang lebih kreatif dan inovatif. Dapat mengesampingkan kepentingan individu dan lebih mengutamakan kepentingan bersama dengan memberikan perhatian, membimbing memberi nasehat bukan menghujat, bila ingin merangsang budaya kerja inovatif, penilaian kerja dan tidak lagi hanya menekankan pada tanggung jawab dan deviasi dari target atau standart performance. Yang jelas seorang Visionary Leader perlu memiliki Human skill ( keahlian pendekatan manusiawi ) yang tinggi, mampu memecahkan konflik yang timbul antar anggota, mendengarkan segala keluhan, memberikan umpan balik yang seimbang.
2.      Ada dua jenis faktor yang mendorong seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan. Dua faktor tersebut yaitu faktor ekstrinsik dan faktor intrinsik. Faktor ekstrinsik memotivasi seseorang untuk keluar dari ketidakpuasan, termasuk didalamnya adalah hubungan antar manusia, imbalan, kondisi lingkungan, dan sebagainya, sedangkan faktor intrinsik memotivasi seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan, yang termasuk didalamnya adalah achievement, pengakuan, kemajuan tingkat kehidupan.
3.      Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi diantaranya yaitu perbedaan tujuan, jika tujuan masing-masing individu berbeda dapat menimbulkan kekacauan dalam pengambilan suatu keputusan dan hal itu dapat berdampak pada pekerjaan yang akan dilakukan. Perbedaan padangan antara setiap individu, setiap individu memiliki pemikiran,pendapat dan ide yang berbeda-beda jika setiap individu bersikeras akan pandangan masing-masing maka akan sulit untuk menyatukannya. Perbedaan budaya, dalam suatu organisasi tentunya terdapat orang-orang dari berbagai daerah dan setiap orang ini memiliki sifat dan kerakteristik yang berbeda dan mempunyai tingkat emosi yang berbeda sehinga jika setiap ndividu tidak dapat beradaptasi dengan baik maka dapat menimbulkan keretakan pada hubungan kerja.
4.      Solusi dari masalah diatas yaitu komunikasi yang baik dan sikap dari setiap pribadi agar dapat saling menyesuaikan anatara satu dan yang lain sehingga dari komunikasi yang baik dapat berjalan situasi kerja yang kondusif. Antar bawahan dan atasan dapat saling mendukung dan dapat saling memahami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar